Putri Dalam Mimpi

08.52 / Diposting oleh ilham_payobadar /

Aku melihatnya dalam gelap, tapi wajah dan seluruh tubuhnya nampak begitu terang, lalu Aku berdekatan dengannya.
Aku merasa diriku bagai sebuah layar yang tak bertubuh, namun Aku bisa merasakan rangkaian tulang di satukan oleh sendi-sendiku. Dan Aku yakin bahwa semua rangsangan dan bentuk anggota tubuhku telah terekam dalam memori otak tak sadarku.
Bagaikan sebuah layar besar Aku melihatnya ketika Dia berdiri di depanku. Aku meraih dan menggenggam erat kedua tangannya. Kemudian Dia bersimpuh di hadapan dudukku, seperti permaisuri yang menghormati penuh baginda raja.

Dia menatapku tanpa berkedip dan matanya berbicara dalam bahasa cinta. Kemudian mata indah itu meneduh lalu berkedip dan terpejam, di saat wajahnya yang sulit Aku lukiskan dalam kata itu, mendekat ke dadaku dan menciumnya.
Hanya sebaris, sekejab dan begitu lembut ciuman itu ketika menempel di dadaku yang terbalut baju, tapi ciuman itu mampu menembus dan menyentuh jantungku.
Dengan linangan air mata aku menggenggam tangannya semakin erat. Dia berdiri dengan senyumnya yang penuh pelipur lara.
Dia masih berdiri, dan membisu dengan wajah yang sulit aku terjemahkan, namun tubuh yang dibalut gaun putih itu tak lama tersenyum sebelum berlalu dari hadapanku.
Aku mengejarnya di pintu yang gelap itu dan aku buka pintu itu yang ada hanya gelap lalu ku telusuri gelap dan semakin gelap.
Dia menghilang.
Dia mampu membuat jantungku berdebar, Dia membuatku manahan kerinduan yang tak lagi bertempat di hati ini.
Dia datang hanya sekejap waktu tapi membawa sejuta harapan. Dia singgah di malamku untuk mengambil separuh kerinduan yang telah penuh dan meluap.
Aku berbahagia, Aku menikmatinya dengan kerinduan yang mendalam. Kerinduan dengan desiran-desiran darah di jantungku, kerinduan yang mengisyarakatkan dan menggetarkan ujung-ujung jariku.
Dia telah berlalu dari mimpiku, kini. Siapakah Dia? Aku tidak mengenalnya. Apakah aku akan menemukannya?

January 2008

0 komentar:

Posting Komentar